Jurnal Umum & Cara Mudah Menjurnal

Visit Our YouTube Channel HERE

 

Pernah nggak sih temen temen nanya ke guru / dosen, apa sih “jurnal” itu?

Slide2.JPG 

Kalo temen temen cari di KBBI, jurnal itu artinya “catatan harian”. Jadi intinya jurnal itu catatan.

Slide3.JPG

 

Di akuntansi, nama gaul Jurnal Umum adalah Book of Original Entry” karena jurnal umum itu isinya data awal untuk semua laporan keuangan. Jurnal umum dipake untuk nyatet transaksi perusahaan secara kronologis. Isinya seenggaknya ada tanggal, nama akun dan nominal di debit / kredit.

Slide4.JPG

 

Ini fungsi jurnal umum secara teori:

  • Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
  • Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
  • Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
  • Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
  • Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

 

Gimana sih cara bikin jurnal umum?

Caranya gampang banget. Temen temen bisa mulai dengan 5 step ini:

  1. Bayangin kejadiannya
  2. Tentuin klasifikasi besar apa aja yang terlibat (misalnya: asset / liability / equity)
  3. Tentuin debit / kreditnya
  4. Tentuin nominalnya
  5. Tentuin nama akun / pos spesifik

Slide6.JPG

Contohnya ada kejadian:

Disetor modal awal perusahaan dalam bentuk kas 200 jt pada 1 Januari.

Pertama coba temen temen bayangin kejadiannya, ada orang yang nyetor / ngasih duit 200 jt. Udah kebayang? Oke kalo uda kebayang, selanjutnya kita ke . . .

Step 2: Tentuin klasifikasi besarnya. Kalo disetor modal dalam bentuk kas, artinya apa? Artinya asset dan modal perusahaan nambah.

Step 3: Asset bertambah di debit, modal bertambah di kredit.

Step 4: Nominalnya 200 jt

Step 5: Nama akun assetnya kas, nama akun modalnya Saham Biasa.

Slide10.JPG

Oke jadi bentuk jurnalnya:

Dr. Kas 200 jt
Cr. Saham Biasa 200 jt

Terus kasih keterangan Setoran Modal Awal. Keterangan ini sifatnya opsional atau nggak wajib. Tapi ada juga beberapa guru dan dosen yang minta lengkap pake keterangan.

Nanti kalo temen temen udah biasa, step 5 bisa digabung sama step 2. Jadi temen temen bisa langsung tentuin nama akun spesifiknya, nggak perlu dari akun besaran terus ke spesifik.

 

Apakah semua kejadian wajib dicatet di jurnal umum?

Misalnya pembelian asset tetap 150 jt. Perusahaan perlu dicatet? 

Slide11.JPG

Kalau bayar gaji karyawan, perusahaan perlu dicatet?

Slide12.JPG

Kalalu karyawan mengajukan resign, perusahaan perlu dicatet?

Slide13.JPG

Yup, perlu catet. Tapi catetnya bukan di jurnal umum. Hehe.

Kalo ada karyawan mengajukan resign, memangnya dampak ke keuangan perusahaan apa? Nggak ada. . . Orang berentinya masih nanti nanti. Kan baru ngajuin resign. Baru ngasih surat pengunduran diri doang.

 

Temen temen, apa sih perbedaan 3 transaksi tadi? Kenapa 2 transaksi pertama dicatet di jurnal umum, tapi yang ketiga nggak?

Bedanya 2 transaksi pertama ada “duitnya”, tapi transaksi ketiga nggak ada duitnya.

Lho tapi kan akuntansi itu accrual. Misalnya ada transaksi pembelian asset secara kredit alias ngutang, tetep dicatet donk walaupun bayarnya nanti (nggak ada duitnya)? Waduh kritis banget pelajar jaman sekarang. . . 😀

Slide14.JPG

Oke kalo gitu gue ralat. Akuntansi itu nyatet transaksi yang ada kejadian ekonomisnya. Dua kejadian pertama ada kejadian ekonomisnya, tapi yang ketiga nggak ada kejadian ekonomisnya.

 

Ini pertanyaan yang sering ditanyain sama teman teman terkait jurnal umum:

Dalam 1 jurnal itu harus ada berapa klasifikasi besar?

Tidak ada minimal. Jurnal bisa saja sifatnya asset to asset, namun bisa juga melibatkan asset, utang, modal. Tidak ada batasan.

 

Apakah 1 jurnal boleh memiliki lebih dari 2 ayat jurnal?

Ya, jurnal umum boleh memiliki lebih dari 2 ayat jurnal.

Contohnya:

Dr. Kas 100

Dr. Piutang 150

Cr. Pendapatan 250

 

Apakah ada aturan baku untuk nama akun dan nomor akun?

Tidak ada aturan baku untuk nama dan nomor akun.

 

Oke gue rasa sekian dulu tentang perkenalan jurnal umum. Nanti gue bakal posting tentang contoh transaksi dan jurnal umumnya.

 

Thank you for visiting!

 

Tags:
Accounting, Basic Accounting, Akuntansi Dasar, Akuntansi, Bisnis, Akuntansi SMK, Akuntansi SMA, Akuntansi Keuangan, Financial Accounting, Auditing, Public Accounting, Jurnal Penyesuaian, Adjusting Entries, Laporan Keuangan, Financial Statement, Accounting Equation, Accounting Theory, Teori Akuntansi, Akuntansi Biaya, Akuntansi Perusahaan Dagang, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perusahaan Jasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: