Kenapa Akuntansi Nggak Pake Cash Basis?

Visit Our YouTube Channel HERE

Slide1.JPG

Teman teman, kenapa sih akuntansi harus pake accrual basis? Kenapa nggak cash basis aja?

Kalau akuntansi pake cash basis, hidup siswa dan mahasiswa akuntansi bakal lebih gampang. . .

Slide2.JPG

Menurut gue, kalau akuntansi pake cash basis, hal hal ini yang akan terjadi:

1. Tidak akan ada jurnal penyesuaian yang bikin mumet

Temen temen, kalau akuntansi pakai cash basis, kita nggak perlu capek capek mikirin jurnal penyesuaian yang bikin mumetttt banget. Kita nggak perlu mikirin jurnal penyesuaian untuk listrik yang belum dibayar, bunga yang masih harus diterima, dan sebagainya. Pastinya temen temen yang masih sekolah / kuliah seneng banget kalo nggak pernah ada jurnal penyesuaian.

Baca Juga:
Contoh Transaksi Jurnal Penyesuaian #1

2. Pencatatan akan lebih ringkas

Kalau akuntansi pake cash basis, kita nggak perlu nyatet pembelian / penjualan secara kredit. Selama ini pembelian secara kredit dicatet 2x, yaitu: nyatet utang pas nerima tagihan sama pas pelunasan. Kalau pake cash basis, cukup nyatet pas pelunasan aja.

 

3. Gak Akan Ada Utang – Piutang

Kalau akuntansi pake cash basis, gak bakalan ada utang piutang usaha di laporan keuangan. Secara prakteknya mungkin masih ada utang piutang, kita masih bisa ngutang sama toko alat tulis. Tapi kejadian itu nggak dicatet sama perusahaan karena cash basis cuma mengakui kas masuk dan kas keluar.

 

Tapi apa sih efek sampingnya kalau akuntansi pakai cash basis?

1. Pencatatan Keuangan Malah Bikin Ribet

Temen temen, per sekarang pencatatan akuntansi itu sangat ngebantu manajemen lho. Contohnya dalam menentukan jumlah insentif yang harus diterima sales. Temen temen pastinya tau donk, sales dikasih insentif kalau berhasil menjual sesuatu, terkadang terlepas dari customer tersebut udah bayar atau belum. Kalau pakai cash basis, kasihan donk salesnya? Soalnya penjualan baru dicatet pas customer bayar. Jadi si sales gak akan dibayar sampai customer bayar. Padahal bisa aja customer yang dia dapetin itu big customer dan minta termin pembayaran (misalnya 6 bulan). Ini bakal gak fair buat si sales. Orang dia dapetin customernya kapan, dibayarnya kapan.

Manajemen juga bingung untuk menentukan jumlah insentif yang harus dikasih ke sales supaya fair, karena manajemen nggak bisa bergantung ke pencatatan penjualan. Orang penjualan udah terjadi tapi nggak dicatet sampai customer bayar. Akhirnya manajemen harus bikin laporan lain lagi untuk memenuhi kebutuhannya.

Kalau pakai akuntansi yang sekarang, penjualan bakal dicatet ketika resiko dan manfaat barang diterima sama pembeli. Soo kalau sales jualannya bulan ini, penjualannya bisa dicatet perusahaan selama memenuhi kondisi di PSAK 23.

Slide4.JPG

Contoh lain, bagian collection / penagihan bakal ribet ngeliatin tagihan yang belum dibayar karena tagihan nggak dicatet di sistem pencatatan perusahaan / sistem akuntansi perusahaan. Soalnya piutang usaha kan nggak diakuin di cash basis. Kalau pakai sistem akuntansi yang sekarang, piutang dicatet di dalam sistem. Jadi kalau mau tau siapa aja yang belum bayar, tinggal tarik data piutang yang masih outstanding / belum dibayar.

 

2. Laporan Keuangan Tidak Mencerminkan Kondisi Keuangan

Yaa ini so pasti lah ya. Orang penjualan secara kredit gak dicatet, depresiasi aset gak dicatet, penyesuaian gak dibuat. Temen temen bisa liat postingan gue tentang jurnal penyesuaian. Disana gue jelasin alasan harus ada jurnal penyesuaian berikut contoh contohnya. Inget, keuangan nggak sama dengan uang. Keuangan itu nggak cuma uang, tapi juga cara me manage uang.

Slide5.JPG

Baca Juga:
Logika Jurnal Penyesuaian

3. Akuntan Tidak Dibutuhkan Oleh Perusahaan / Bisnis

Kalau tujuannya cuma untuk nyatet uang masuk dan keluar, mungkin akuntan nggak bakal diperluin di perusahaan / bisnis. Perusahaan cukup nyari kasir aja yang bisa ngitung uang masuk dan keluar. Hehe. Profesi akuntan bakal kurang menarik bagi pengusaha. Buat apa loe sekolah / kuliah tapi akhirnya nggak bisa dapet kerja karena jurusan loe ga diminati perusahaan?

Slide6.JPG

 

Temen temen, kesimpulannya accrual basis itu penting banget buat pencatatan perusahaan. Accrual basis memungkinkan perusahaan untuk bisa melakukan forecast, dan membantu manajemen untuk mengambil keputusan. Mungkin accrual basis bikin temen temen ngerasa pusing, tapi justru rasa pusing itulah yang bikin akuntansi diperluin oleh perusahaan! Kalau akuntansi gampang, buat apa perusahaan mempekerjakan akuntan?               

 

Thank you for visiting. Jangan lupa mampir ke channel Youtube MasterExceLiD untuk video video keren lainnya!

See you on next post!

 

Tags:
Accounting, Basic Accounting, Akuntansi Dasar, Akuntansi, Bisnis, Akuntansi SMK, Akuntansi SMA, Akuntansi Keuangan, Financial Accounting, Auditing, Public Accounting, Jurnal Penyesuaian, Adjusting Entries, Laporan Keuangan, Financial Statement, Accounting Equation, Accounting Theory, Teori Akuntansi, Akuntansi Biaya, Akuntansi Perusahaan Dagang, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perusahaan Jasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: